Analisis Teknis

Inversion Bollinger – Indikator Unik di Olymp Trade

Bagaimana cara menggunakan indikator baru ini untuk trading


Para analis Olymp Trade sudah mengembangkan indikator baru buatan sendiri yang disebut Inversion Bollinger. Indikator ini mirip seperti osilator dan ditampilkan di bawah grafik.

Inversion Bollinger berbasis indikator yang sudah sangat dikenal, Bollinger Bands. Inversion Bollinger menunjukkan kapan pasar overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual) menurut teori probabilitas, sehingga berfungsi dengan baik bersama osilator lain untuk mengidentifikasi poin pembalikan dengan tepat.

https://lh5.googleusercontent.com/Updal0Tnmy8-jTk7LBRp2cPbhTS_nL4eGs8ZT2GQhAE92uUPl_GFfX7tcWoViFAraB-SvsTDTbkyMExt1pEtmGEyivtt-QgoikIjxRPEveYn5gjPUb713niuzDt-HTot_YOwVQw9

Untuk memahami bagaimana cara kerja Inversion Bollinger, mari membahas kembali beberapa prinsip dasar indikator Bollinger Bands.

Indikator ini terdiri dari tiga garis:

  • Garis tengah – SMA dengan kurun waktu standar 20.
  • Garis atas – garis pusat yang bergeser ke atas sesuai deviasi standar (2).
  • Garis bawah – garis pusat yang bergeser ke bawah sesuai deviasi standar (2).

Nilai deviasi standar tergantung jarak antara harga dan SMA 20. Dengan kata lain, jarak tergantung volatilitas. Pita (band) akan melebar ketika pasar sedang aktif naik atau turun. Menjadi semakin sempit ketika pasar bergerak menyamping.

Prinsip utama penggunaan Bollinger Bands adalah ketika menggunakan deviasi standar dua, hanya 5% dari harga yang akan menjangkau di atas pita teratas dan di bawah pita terbawah indikator ini. 95% dari harga akan dipertahankan di dalam pita. Bila parameter deviasi standar meningkat ke tiga, maka 99% dari harga akan berada dalam indikator dan hanya 1% ada di luarnya menurut teori probabilitas.

 

Struktur Inversion Bollinger

Untuk membahas struktur Inversion Bollinger, mari tambahkan indikator Bollinger Bands lain dengan deviasi standar 3 dan pasang level menengah +/- 2 sigma di pengaturan Inversion Bollinger.

https://lh5.googleusercontent.com/DMAQTeCixQbuXSM-sRIUrYcGdhRReHCPkmY_c05gzWOZ7cMjqNeea8q55rTK518E1BXhKtYZoS8jheX4EsJoAscc5uVeMce_Gl7gS6grpA2hqjSHRDy-f5HDZ7l1EteUXPLHHJVn

Inversion Bollinger mewakili 2 Bollinger Bands “lurus”. Osilator itu memperlihatkan nilai harga terkini yang tergantung pada SMA 20, serta Bollinger Bands teratas dan terbawah dengan deviasi standar dua dan tiga dalam situasi berikut ini:

  • Ketika harga menyentuh SMA 20, Inversion Bollinger berada di kisaran 0.
  • Ketika harga memotong pita teratas Bollinger Bands dengan deviasi standar dua atau tiga, Inversion Bollinger akan memotong masing-masing garis sigma +2 atau +3.
  • Begitu juga bila harga memotong Bollinger Bands terendah dengan deviasi standar dua atau tiga, Inversion Bollinger akan memotong garis sigma -2 atau -3.

 

Sinyal dari Indikator

Indikator Bollinger Bands membantu mengidentifikasi sejumlah karakter tertentu dari sebuah tren, maka Inversion Bollinger memiliki karakteristik yang sama. Arah indikator bisa membantu kita mengidentifikasi struktur tren pada beberapa contoh berikut ini:

  • Bila garis indikator di atas nol, artinya sedang terjadi tren naik di pasar. Bila Inversion Bollinger di bawah nol, artinya tren turun.
  • Bila tren stabil dan tenang, Inversion Bollinger akan bergerak secara bertahap dari nol ke sigma dua, atau dari sigma -2 ke 0.
  • Bila Inversion Bollinger mulai berfluktuasi di sekitar level sigma +/-2, artinya sedang terjadi tren yang aktif dan stabil di pasar. Di Bollinger Bands, situasi ini disebut “Bollinger Band Walk.” Sering terjadi pada aset yang berpasangan dengan JPY. Sangat tidak disarankan trading melawan arah tren semacam ini.

Ingatlah bahwa indikator ini sama seperti Bollinger Bands, yaitu menjadi lebih sensitif ketika pasar menyamping atau datar dan kurang sensitif ketika tren sedang terjadi.

Bidang di atas sigma dua dianggap sebagai zona overbought (jenuh beli), bidang di bawah sigma -2 adalah zona oversold (jenuh jual). Arah memantul dari dua bidang ini akan memberikan salah satu jenis sinyal untuk membuka transaksi. Namun sinyal terkuat dari Inversion Bollinger akan diterima ketika garis indikator menyentuh atau menembus level sigma +/- 3.

Sinyal untuk Membuka Transaksi NAIK:

  • Garis indikator memotong sigma -2 dari bawah ke atas.
  • Garis indikator menyentuh atau menembus di bawah sigma -3.

Sinyal untuk Membuka Transaksi TURUN:

  • Garis indikator memotong sigma dua dari atas ke bawah.
  • Garis indikator menyentuh atau menembus di atas sigma tiga.

 

Penggabungan dengan Indikator Lain

Fungsi utama Inversion Bollinger adalah untuk mengevaluasi poin-poin pembalikan pasar yang mungkin terjadi, di mana salah satu perkakas paling bermanfaat yang bisa digunakan trader dalam hal ini adalah level support dan resistance.

Anda mungkin sudah tahu kalau pembalikan tren biasanya terjadi di sekitar level support atau resistance yang kuat. Disarankan untuk menambahkan level support dan resistance ke grafik harga pada kurun waktu yang sedang Anda gunakan. Anda juga bisa menggunakan indikator Pivot Point dan level Fibonacci yang akan membantu mengidentifikasi level support dan resistance.  

Memadukan level-level tersebut akan berfungsi dengan baik, khususnya dengan sinyal dari Inversion Bollinger yang paling tinggi. Ketika harga menyentuh level support atau resistance yang kuat dan indikator Inversion Bollinger menyentuh atau menembus sigma +/- 3 secara serempak, maka sinyal yang diterima akan lebih dapat diandalkan.

Indikator ini juga berfungsi dengan baik bersama osilator lainnya seperti RSI. Osilator membantu menentukan kapan pasar overbought atau oversold, tetapi menggunakan metode matematis yang berbeda.

Maka perpaduan keduanya membantu menentukan poin-poin pembalikan dengan akurasi yang besar. Bila RSI (atau osilator lain yang sejenis) jenuh beli atau jenuh jual ketika Inversion Bollinger memberikan sinyal, maka sinyal itu akan lebih dapat diandalkan.

Perhatikan situasi di sebelah kiri. RSI yang mencapai dan bahkan memotong level 30% mengindikasikan bahwa aset tersebut oversold. Sementara pada situasi di sebelah kanan Inversion Bollinger mencapai garis sigma tiga, tetapi RSI belum memperlihatkan pembalikan sehingga sinyal jadi melemah.

 

Kesimpulan

Inversion Bollinger adalah indikator Bollinger Bands yang berubah menjadi osilator, sehingga ada kelebihan dan kekurangan kalau dibandingkan pendahulunya. Seperti indikator lainnya, Inversion Bollinger tidak sempurna. Disarankan untuk menggunakan beberapa indikator lain, khususnya osilator.

Ketika Anda menyusun strategi trading berdasarkan beberapa indikator, penting untuk mempertimbangkan berbagai elemen trading sukses yang lain seperti psikologi trading dan manajemen uang. Adalah perpaduan dari tiga komponen trading penting tersebut yang akan menghasilkan hasil finansial stabil bagi Anda.

Related posts
Analisis Teknis

Panduan Trading Menggunakan Garis Tren

Sebagai lanjutan dari seri panduan untuk pemula, artikel ini menjelaskan tentang cara menggunakan garis tren, support, dan resistance agar trading berhasil. Pahami bagaimana cara...