Analisis Teknis

Indikator Bollinger Bands (untuk pemula)


Bollinger Bands (“Garis Bollinger”, atau BB) adalah sarana analisa teknis yang mempunyai fitur indikator tren dan osilator. BB menunjukkan kisaran perubahan aset yang mungkin terjadi sesuai dengan karakter pergerakan dan volatilitasnya.

 

Penjelasan


Indikator Bollinger Bands terdiri dari garis-garis pada harga aset yang membatasi masing-masing dinamika harga atas dan bawah. Ini adalah jenis garis dinamika support dan resistance yang selalu berada jauh dari harga.

“Bollinger Bands” mirip seperti amplop moving averages. Perbedaan antara keduanya adalah dua garis amplop berada di atas dan di bawah kurva moving average pada jarak tertentu, yang ditunjukkan dalam bentuk persentase. Batas-batas Bollinger Bands dibentuk dalam jarak ini yang sama dengan besaran deviasi (selisih) standar.

Mengingat besarnya deviasi standar tergantung pada volatilitas, lebar sabuk (bands) disesuaikan secara otomatis. Sabuk akan naik ketika ada tren naik dan turun pada periode yang lebih stabil.

 

Pengaturan


Aturan utama pembentukan Bollinger Bands adalah: sekitar 5% harga harus berada di luar garis,sedangkan 95% harga ada di dalamnya (saat mengkalkulasi 2 deviasi standar). Indikator ini dibentuk oleh tiga garis.

  • Garis di tengah adalah SMA (simple moving average yang terbentuk secara default pada periode 20).
  • Garis di atas adalah sabuk atas yang merupakan dua deviasi standar di atas moving average.
  • Garis di bawah adalah sabuk bawah yang merupakan dua deviasi standar di bawah moving average.

Fitur unik lingkup Bollinger Bands adalah lebar sabuk akan berubah sebagai tanggapan terhadap perubahan pada volatilitas pasar. Bollinger Band terpisah diatur dalam bentuk sabuk di sekitar SMA, tetapi lebarnya proporsional, atau sesuai dengan deviasi standar SMA pada periode yang dianalisis.

Sabuk akan melebar ketika pasar sedang tidak stabil. Misalnya saat publikasi berita. Sabuk akan menyempit ketika pasar sedang datar.

 

Saran-saran


Seperti indikator lainnya, kami sarankan Anda memadukan Bollinger Bands dengan perangkat/ indikator lainnya. Maksud dari indikator ini adalah untuk mengetahui dengan jelas selisih harga rata-rata tren terkini mata uang.

Bila pengaturan indikator dilakukan seksama, moving average (garis di tengah) adalah penanda support / resistance yang baik. Sementara garis batas Bollinger Bands dapat digunakan sebagai target ketika kita hendak membuka posisi.

Perhatikan area harga di bawah perkiraan (underestimated) dan harga di atas perkiraan (overestimated). Ketika harga bergerak meninggalkan sabuk Bollinger, harga akan segera kembali ke posisi semula.

John Bollinger sendiri mengatakan, bila harga berada di bawah sabuk bawah artinya aset sedang jatuh. Bila harga bergerak melampaui sabuk atas, harga aset sedang terlalu tinggi. Menurut teori efisiensi, pasar bereaksi cepat terhadap penyimpangan sehingga harga akan kembali ke zona amannya.

Kami akan menjelaskan tentang pengaturan indikator Bollinger Bands untuk profesional di artikel selanjutnya. Tetaplah bersama kami!

Related posts
Analisis Teknis

Panduan Pemula untuk Analisa Teknikal

Hal-hal fundamental tentang analisa teknikal, belajar bagaimana cara membaca grafik, mencari dan menggunakan garis trend, serta memanfaatkan level support dan resistance. Bangun...
Psikologi

Bom Waktu yang Berdetik

Orang-orang sempurna yang benar-benar dapat mengontrol emosinya itu tidak ada. Demikian  juga trader yang sempurna. Risiko finansial dalam trading membuat kita terus bertindak...
Analisis Teknis

10 Cara Trading Sukses di Olymp Trade

Ada segudang metode untuk memprediksi arah gerakan harga aset. Manakah yang paling cocok untuk Anda? Di artikel ini, kami akan menerangkan tentang sejumlah metode prediksi paling...
Blog resmi Olymp Trade